Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan kliping yang berjudul “Fenomena Alam yang viral”.
Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kami semangat dan motivasi dalam pembuatan tugas makalah ini. Kepada kedua orang tua kami yang telah memberikan banyak kontribusi bagi saya, kepada Bapak M.simatupang dan teman-teman yang telah memberi dukungan dalam menyelesaikan kliping ini.
Demikian makalah ini kami buat, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, atau pun adanya ketidaksesuaian materi yang kami angkat pada makalah ini, kami mohon maaf. Tim penulis menerima kritik dan saran seluas-luasnya dari pembaca agar bisa membuat karya makalah yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Hawaii, 27 Mei 2022
Fenomena alam terdiri dari dua kata yakni kata fenomena dan alam yang menjadi kesatuan dan membentuk satu arti kata. Kata fenomena secara bahasa yaitu memperlihatkan atau menampakkan. Sedangkan kant mengatakan bahwa fenomena adalah sauatu realitas pada kesadaran kita. Dan alam menurut aristoteles yakni tempat kekal bagi roh manusia yang meninggal dunia. Defini lain dari alam adalah sesuatu yang diciptakan Tuhan yang tidak dibuat oleh manusia.
Fenomena alam menurut istilah adalah persepsi, apa yang diamati, apa yang tampak pada kesadaran kita atau pengalaman indrawi yang tampak pada panca indera atau peristiwa yang dapat diamati yang segala sesuatunya itu diciptakan oleh Tuhan bukan manusia.
Petir vulkanik adalah fenomena terbentuknya petir/kilat pada proses erupsi gunung berapi. Fenomena ini terjadi pada beberapa erupsi gunung berapi yang memiliki awan vulkanik (kumpulan gas dan abu vulkanik) yang tebal.
Proses terbentuknya petir vulkanik sebagian kecil berasal dari aktivitas tektonik, namun bukan terbentuk dari aktivitas di dalam perut bumi melainkan pada awan vulkanik atau volcanic plume. Proses terbentuknya petir vulkanik dapat dibagi menjadi 3 tahapan.
Tahapan pertama adalah tahap pembentukan ion atau atom bermuatan. Suhu tinggi gunung berapi dan beragamnya komposisi yang ada di dalam gunung berapi menyebabkan partikel yang keluar tidak netral atau bermuatan. Muatan tersebut dapat berupa muatan postif dan negatif yang terdapat pada awan vulkanis.
Tahap kedua adalah pemisahan muatan postif dan negatif pada jarak tertentu. Setiap atom memiliki perbedaan massa dengan atom lainnya, begitu juga dengan molekul, hal ini penting karena menjadi perbedaan karakteristik dalam atom, seperti contoh jika suatu atom yang massanya kecil diberi energi yang sama untuk partikel yang lebih besar maka partikel tersebut dapat bergerak lebih cepat.
Dan faktor kedua adalah perbedaan temperatur atau suhu, jika suatu partikel yang baru keluar dari gunung berapi pastinya memiliki suhu yang lebih tinggi dari pada partikel yang sudah lama berada di atmosfir. Kedua faktor tersebut menyebabkan ion memiliki kecepatan yang berbeda satu sama lain, ion yang kecil pastinya memiliki kecepatan yang tinggi sehingga dengan mudah membentuk jarak dengan ion yang lain.
Tahap akhir adalah terjadinya petir karena perbedaan tegangan. Ion-ion yang terpisah pada jarak tertentu menyebabkan terjadinya perbedaan tegangan pada awan vulkanik, ketika perbedaan tegangan sudah mencapai jumlah yang besar, maka yang akan terjadi adalah petir vulkanik.
Gravity hill terjadi karena ilusi optikal atau ilusi visual. Gravity hill memiliki susunan pepohonan, jalan, arah pandang dan horizon (tapal batas) bekerja sama untuk menciptakan ilusi yang luar biasa, sehingga mata kita tertipu dan persepsi kita belokkan. Disini gravity hill menciptakan jalan raya menurun terlihat seperti menanjak. Fisikawan Brock Wreiss dari Pennsyslavania State University berkata : “Jalur jalan yang ada ditempat itu memiliki lekuk yang memberikan efek seakan-akan jalur itu menanjak. Ini ditambah lagi dengan posisi pohon di sekitarnya dengan horizon yang membengkok yang akhirnya bercampur aduk dan menipu mata kita”.
Bagi mata kita, sebuah jalan terlihat seperti menanjak. Namun pengukuran yang dilakukan, dengan GPS misalnya, menunjukkan bahwa jalan itu sesungguhnya menurun. Faktor terpenting dari penciptaan ilusi ini adalah horizon atau tapal batas yang terganggu. Tanpa adanya horizon, maka melihat apakah sebuah jalan menanjak atau menurun akan menjadi sangat sulit.
Untuk mempermudah kalian memahaminya, saya menemukan ilustrasi yang sangat bagus mengenai ilusi ini. Gambar-gambar di bawah ini dibuat oleh seorang Jepang bernama Akiyoshi. Lihatlah gambar-gambar di bawah ini. Ingat yang saya tulis di atas, bahwa Horizon atau tapal batas sangat penting dalam penciptaan ilusi ini.
Jika kita melihat gambar di sebelah kiri di bawah ini, maka kita akan melihat jalan raya itu seperti menanjak. Tapi ketika kita menambah horizon seperti di gambar sebelah kanan, maka jalan raya itu akan terlihat menurun.
Sekarang lihat gambar di bawah ini :Jalan yang dekat dengan kita (yang lebar di bawah kotak) terlihat menurun di gambar sebelah kiri. Tapi ketika kita menambah pemandangan atau landscape tambahan di kanannya seperti yang terlihat di gambar kanan, maka jalan yang dekat dengan kita menjadi seperti menanjak. Can u see it ?
Kembali pada gambar di atas yang sebelah kiri. Pada gambar itu jalan rayanya berbentuk cekung, Karena itu jalan raya yang terdekat dengan kita akan terlihat seperti menurun, namun jika bentuk jalannya kita ubah menjadi cembung seperti di bawah ini, maka jalan raya yang terdekat dengan kita (yang lebar di bagian bawah kotak) akan terlihat seperti menanjak. Sekali lagi, can u see that ?
1.2.3 Danau Natron
 |
| Gambar Danau Natron |
Danau Natron adalahd danau yang terdapat di Tanzania, Afrika Timur. Natron sendiri adalah sebutan untuk senyawa yang merupakan campuran garam dan mineral, juga banyak terkandung di dalam danau ini. Danau Natron memiliki tingkat basa yang tinggi dengan nilai pH antara 9-12. Jika kita bandingkan dengan air laut yang hanya memiliki pH 7-9, ini merupakan pH yang tinggi. Sementara itu, warna kemerahan yang terkadang muncul di danau merupakan kerak yang terbentuk akibat tingginya tingkat garam alkaline yang ada. Namun di balik penampilan seram dan mematikannya, rupamya masih ada hewan yang bisa bertahan hidup disini yaitu spesies ikan yang adaptif terhadap danau ini dan burung flamengo.Selain itu suhu yang terdapat di danau ini yaitu 1400 fahrenheit. Mengapurnya banyak binatang hingga benar-benar sangat beku disebabjan karena suhu tinggi dan tingginya PH danau.
Gambar hewan yang mengalami pengapuran di Danau Natron
1.2.4 Green Flash (Emerald Sunset)
 |
| Gambar green flash (emerald sunset) |
Green Flash atau disebut juga emerald sunset adalah munculnya cahaya berwarna hijau saat matahari tenggelam dan terbit. Kata flash dari fenomena ini menunjukkan bahwa cahaya yang muncul dalam waktu singkat, yaitu 1 - 2 detik saja. Green flash terjadi karena adanya refraksi atau pembelokan cahaya matahari oleh prisma, prisma yang dimaksud disini adalah prisma dalam bidang ke-optik-an, yaitu prisma yang dapat membiaskan dan membelokkan cahaya, seperti prisma kaca yang membiaskan cahaya putih menjadi pelangi. Di alam prisma ini terjadi dari titik titik air dalam bentuk tertentu yang hasilnya adalah pembiasan yang warnanya pembalikan dari pelangi saat sinar matahari ini mulai melewati prisma, cahaya ini bergerak lebih lambat di lapisan udara bawah karena lapisan udara ketebalan prisma tadi lebih tebal daripada lapisan prisma di lapisan udara atasnya. Ini mengakibatkan cahaya tadi dibelokkan secara melengkung lebih dominan keatas dan pembiasannya terbalik seperti di fenomena double rainbow karena matahari berwarna kuning atau orange pada saat terbit dan tenggelam, maka pembiasan di daerah bawah (warna merah, kuning dan jingga) tidak terlihat.
Dan pembiasan di daerah atas (warna hijau, biru, ungu) yang dapat terlihat karena kontras dengan warna matahari. Tetapi karena cahaya biru dan ungu terbilang warna gelap maka seringkali tidak terlihat. Dan hanya cahaya hijau muda lah yang gampang terlihat, karenanya fenomena ini disebut green flash.
1.2.5 Awan Mamatus
 |
| Gambar Awan mammatus |
Ada banyak istilah untuk awan mammatus, seperti mamma, mammatocumulus, atau mammory cloud. Kata ini sebenarnya berasal dari bahasa latin “mamma” yang berarti payudara atau ambing yang dikenal di peternakan. Mammatus terjadi ketika udara dari lapisan awan turun ke udara dari lapisan awan turun ke udara jernih di bawah dan menguapnya tetesan awan. Hal ini mendinginkan udara dan membuatnya turun lebih cepat. Beberapa awan ikut terseret ke bawah sehingga membentuk sebuah kantung.
Dilansir dari Forbes, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembentukan, ukuran, bentuk, dan skala mammatus tergantung pada kelembapan awan, stabilitas awal, dan kecepatan terminal hidrometer (tetesasn, kristal es) di awan mammatus. Mammatus bisa berumur panjang jika udara yang tenggelam mengandung tetesan besar dan kristal salju karena partikel yang lebih besar membutuhkan jumlah energi yang lebih besar untuk terjadinya penguapan. Seiring waktu, tetesan awan akhirya menguap dan akan membuat mammatus larut di udara.
1.2.6 Parhelion (Sun Dog)
Fenomena alam Parhelion (Sun Dog) adalah fenomena dimana matahari yang merupakan pusat tata surya hanya satu itu terlihat seolah ada empat.Menurut Badan Metereologi Klimatologi dan geofisika (BMKG), Sun dog adalah fenomena optis yang menampakkan titik-titik terang di langit dan seringnya pada cincin halo disekeliling matahari.
Sun dog tampak sebagai pancaran cahay aberwarna di kiri-kanan Matahari berjarak 220 dan pada jarak yang sama diatas cakrawala , dan pada halo es. Sundog dapat dilihat di manapun dan saat musim apapun, namun tidak selamanya tampak bercahaya dan cemerlang serta aka tampak jelas dan cerah saat Matahari tampak rendah.
Umumnya sundog tercipta dari kristal es piringan yang berbentuk segi enam pada awan sirus yang tinggi dan dingin, atau selama musim dingin yang amat dingin. Selanjutnya oleh kristal es, yang disebut sebagai debu intan tertiup ke udara. Kristal-kristal tersebut berfungsi sebagai prisma, membelokkan cahaya yang melewatinya dengan defeksi minimun 220.
Jka kristal-kristal tersebut terorientasi secara acak, maka lingkaran di sekeliling Matahari akan terlihat, yakni halo. Apabila kristal-kristal terbenam di udara dan tertata secara vertikal, maka cahaya Matahari terbiaskan secara mendatar. Dalam kasus ini, sundog dapat terlihat," demikian lanjutan informasi pada akun BMKG tersebut. Seiring Matahari yang semakin meninggi, cahaya yang melewati kristal-kristal tersebut semakin dicondongkan dari bidang datar. Sudut deviasi mereka bertambah dan sundog semakin menjauhi Matahari. "Sehingga selalu tampak di ketinggian yang sama dengan Matahari,
1.2.7 Light Pillar (Pilar Cahaya)
 |
| Gambar Light Pillar (Pilar Cahaya) |
Light Pillar atau Pilar-Pilar Cahaya adalah fenomena visual alam berupa cahaya, berbentuk seperti struktur pilar yang bersinar mengarah keatas. Light Pillar merupakan fenomena alam yang diciptakan oleh pantulan cahaya dari kristal es di dekat permukaan yang paralel dari sebuah bidang horisontal. Cahaya dapat berasal dari matahari, biasanya terjadi saat matahari terbenam sehingga fenomena ini juga sering disebut sebagai pilar matahari. Fenomena ini juga bisa disebabkan oleh bulan atau dari sumber cahaya di bumi (terrestrial) seperti misalnya lampu jalan.
Fenomena Light Pillar biasanya muncul di daerah dingin dimana suhu didaerah tersebut mencapai dibawah 10° C, sayangnya daerah yang berada digaris Khatulistiwa seperti Indonesia tidak akan muncul fenomena ini. Light Pillar sering muncul di musim dingin ketika salju atau es kristal memantulkan cahaya dari sumber yang kuat seperti matahari atau bulan. Dibantu oleh suhu dingin, pilar cahaya akan muncul ketika cahaya memantul dari permukaan datar kristal es yang mengapung dan relatif dekat dengan tanah.
Light Pillar tampak seperti bulu-bulu cahaya yang memperpanjang vertikal atas atau di bawah sumber cahaya, atau kadang-kadang keduanya. Light Pillar dapat juga dibentuk dari sumber cahaya buatan seperti lampu jalan, lampu mobil, atau sumber cahaya yang kuat dari arena skating es. Jika dilihat dari kejauhan, sebuah pilar cahaya akan terlihat seperti aurora. Salah satu Light Pillar buatan yang paling terkenal adalah “Tribute in Light” New York City di kawasan bekas reruntuhan gedung kembar World Trade Center.
1.2.8 Penitentes
 |
| Gambar Fenomena Penitentes |
Penitentes, atau penitentes Nieves ("salju penitente berbentuk", dalam bahasa Spanyol), adalah pembentukan salju yang ditemukan di ketinggian. Fenomena alam ini hanya terjadi di tempat antara Chili dan Argentina, yaitu salju di permukaan yg tinggi yg runcing yang berorientasi ke arah matahari karena tiupan angin yang kuat di pegunungan andes. Louis Lliboutry (Spanyol: Luis Lliboutry) adalah seorang glaciologist Perancis-Chili awal, geografi dan pendaki gunung Andes. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah perjanjian luas Nieves y Glaciares de Chile: Fundamentos de glaciología diterbitkan pada tahun 1956. Lliboutry-karya terkonsentrasi ke glasiologi dari Andes Kering dan Basah Andes, khususnya di sekitar Santiago. Salah satu kontribusinya paling menonjol adalah tentang pembentukan penitentes.
Lliboutry mencatat bahwa kondisi iklim kunci untuk ablasi diferensial yang mengarah pada pembentukan Penitentes yang menjelaskan bahwa titik embun selalu di bawah titik beku. Dengan demikian, salju akan menghalus, karena sublimasi memerlukan masukan energi yang lebih tinggi daripada yang mencair. Setelah proses ablasi diferensial dimulai, permukaan geometri penitente berkembang menghasilkan mekanisme umpan balik yang positif, dan radiasi yang terperangkap oleh beberapa refleksi antara dinding. Cekungan menjadi satu dengan radiasi benda hitam, sementara angin mengakibatkan penurunan saturasi udara, peningkatan suhu titik embun dan awal pencairan. Dengan cara ini, di mana massa yang hilang hanya karena sublimasi, akan tetap, serta dinding yang curam, yang mencegah panas matahari yang minim.
1.2.9 Eye of the Sahara (Mata Sahara)
 |
| Gambar efe of the sahara (Mata Sahara) |
The Eye of Sahara Merupakan salah Satu tempat misterius di dunia yang Berada di barat daya gurun sahara, yang merupakan gurun terbesar di dunia. Pada Gurun ini terdapat Lingkaran berulir dengan diameter super besar seperti mata. Saking besarnya lingkaran ini bisa dilihat dari luar angkasa. Keterdapatan mata biru misterius pada gurun ini telah membingungkan ilmuwan sejak penerbangan angkasa, ketika astronot pertama kali melihatnya melalui pesawat ulang-alik.
Struktur Richat, begitulah orang orang menyebut tempat misterius yang mengambil bentuk satu mata kolosal tunggal yang dikelilingi oleh cincin yang lebih besar dengan diameter 50 kilometer ini. Bagian yang terbentuk dari sedimen batuan cadas, yang mirip bagian putih dari mata, merupakan suatu dataran yang berada sekitar 200 meter di atas gurun pasir. Struktur Richat yang berhubungan dengan iris terletak pada suatu daerah yang rendah (dangkal), sedangkan puncak bagian terluar terletak 485 meter dari permukaan laut.Struktur Richat diduga terbentuk dari bebatuan yang berasal dari awal Paleozoic, dan berusia 600 juta tahun. Di bagian tengah, bebatuan ini tahan terhadap cuaca dan erosi (bagian yang berwarna ungu atau hijau kebiruan, membentuk punggung bukit setinggi 100 meter dan bebatuan yang nonresisten, berwarna coklat kekuningan, membentuk lembah.
Sebelumnya, diperkirakan bahwa struktur Richat terbentuk oleh karena dampak tumbukan metor atau aktivitas gunung berapi, tapi survei lapangan yang dilakukan para ahli geologi menunjukkan, bahwa hal itu tidak benar. Pemikiran saat ini adalah bahwa fitur ini terbentuk oleh pengangkatan atau peninggian tanah dan erosi yang terus menerus dari angin dan air. Namun, mengapa struktur tersebut berbentuk melingkar (sirkuler), masih merupakan misteri. Memang kalau dilihat dari jauh, nampak seperti gambar mata, dan karena terletak di gurun Sahara, maka dikenal sebagai “Mata Sahara”.
Teori tertentu telah dibuat tentang bagaimana pola melingkar sempurna-dibentuk, namun tidak ada yang bisa menjelaskannya secara pasti pembentukan dari keajaiban ini. Sedangkan, Teori terbaru yang dikemukakan dalam pembentukan struktur sedimen pada lokasi ini baru sebatas teori pembentukan struktur sedimen oleh angin dan air di padang gurun ini. Formasi geologi di wilayah Mauritania tetap menjadi salah satu misteri terbesar zaman modern. Bentuk bulat sempurna, bawah datar dan dimensi yang mengesankan (50 km dengan diameter) menyangkal semua versi diusulkan asal Rishat struktur. Menurut salah satu hipotesis usia tertua cincin 0,5-0,6 juta tahun. Dapat dikatakan bahwa penjelasan tentang struktur Richat tidak dapat dijelaskan secara menyeluruh. Ukuran raksasa Struktur Richat tidak memungkinkan untuk dilihat ketika pengunjung yang tepat di dalam area Struktur Richat. Mungkin hanya para astronot di atas yang secara langsung dapat melihat Mata magis megah Sahara.
1.2.10 Eternal Flame
 |
| Gambar Fenomena Eternal Flame |
Eternal Flame terdapati di Chestnut Ridge County Park. Kamu dapat menyaksikan api dan air berdampingan. Air terjun setinggi 27 meter ini sudah ada sejak Periode Devonian yakni sekitar 400 juta tahun yang lalu. Berbeda dari air terjun kebanyakan, Eternal Flame Falls memiliki lapisan abu-abu dan hitam pada bagian bawahnya.
Lapisan ini terbentuk dari tumbuhan dan hewan yang mati dan terkubur di bawah lapisan pasir, lumpur, dan batu selama jutaan tahun lamanya.Tumbuhan dan hewan yang mati dan membusuk itu mengeluarkan tekanan geologi yang kemudian berubah menjadi gas alam metana.
Uap dari gas metana ini secara perlahan merembes keluar melalui celah batu. Celah yang sangat besar terletak tepat di bawah air terjun.Celah inilah yang kemudian menjadi tempat di mana api abadi berada. Api yang bisa mencapai ketinggian 20 cm ini tak pernah padam, meski air terjun terus mengguyurnya. Alasan api ini tak pernah padam karena keberadaan gas metana yang menjadi sumber dari kekuatan api.
1.2.11 Tsunami
 |
| Gambar terjadinya Tsunami |
Tsunami berasal dari kata Tsu yang artinya pelabuhan dan nami yang artinya gelombang. Secara harafiah artinya adalah ombak besar di pelabuhan.Tsunami dapat terjadi ketika terjadinya gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air atau ombak raksasa, letusan gunung api, gempa bumi, longsot maupun karena meteor yang jatuh kebumi. Namun faktanya 90 % tsunami disebabkan oleh gempa bumi bawah laut.
1.2.12 Gerhana Bulan
 |
| Gambar proses terjadinya Gerhana Matahari |
Gerhana bulan adalah fenomena langit yang tidak dapat dipisahkan dari masalah penentuan fase Bulan khususnya fase purnama, sebab gerhan bulan terjadi ketika kedudukan Bulan berada pada kedudukan oposisi terhadap Mataharidan letaknya dekat dengan sumbu bayang-bayang bumi.
Tipe-tipe gerhana bulan
- Gerhana bulan Umbra total yaitu ketika seluruh piringan Bulan masuk dalam bayangan umbra Bumi.
- Gerhana bulan umbra sebagian yaitu ketika sebagian piringan bulan masuk bayangan penumbra bumi.
- Gerhana bulan Penumbra total (semu total) yaitu ketika seluruh piringan bulan masuk kedalam bayangan penumbra bumi.
- Gerhana bulan Penumbra sebagian (Semu sebagian) yaitu ketika sebagian piringan bulan masuk dalam bayangan penumbra bulan.
1.2.13 Hujan Es
 |
| Gambar terjadinya hujan es |
Secara definitif hujan es merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrim yang disebabkan oleh anomali cuaca berupa jatuhan hidrometer padat (butiran es/salju) ke permukaan bumi dan memiliki diameter antara 5-50 mm. Dalam istilah metereologi hujan es disebut hail. Hujan es biasanya terjadi daerah ekstratropis tetapi dapat juga terjadi di wilayah tropis Indonesia. (Hidayati, 2015). Hujan es terjadi karena tumbuhnya jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (kumulonimbus) yang dekat dengan permukaan tanah atau dapat juga dari multisel awan dengan luasan horizontal sekitar 3-5 km yang tumbuh vertikal keatas dengan mencapai ketinggian 30.000 feet atau lebih (fadholi, 2012). Kejadian hal ini umumnya singkat yaitu kurang dari satu jam (Zakir, 2008).
1.2.14 Gempa Bumi
 |
| Gambar proses terjadinya gempa bumi diakibatkan oleh lempeng tektonik |
Gempa bumi adalah getaran asli dari dalam bumi, bersumber di dalam bumi yang kemudian merambat ke permukaan bumi akibat rekahan bumi pecah dan bergeser dengan keras. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika bumi (tektonik), aktivitas gunungapi, akibat meteor jatuh, longsoran (di bawah muka air laut), ledakan bom nuklir dibawah permukaan. Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi yang paling umum terjadi merupakan getaran yang dihasilkan dari peristiwa pematahan batuan akibat benturan dua lempeng secara perlahan-lahan itu yang akumulasi energi
benturan tersebut melampaui kekuatan batuan, maka batuan di bawah permukaan.
1.2.15 Letusan Gunung Berapi
 |
| Gambar skema letusan gunung berapi |
Ada tiga hal yang menyebabkan sebuah gunung api bisa meletus. Pertama karena volume di dapur magmanya sudah penuh, kedua karena ada longsoran di dapur magma yang disebabkan terjadinya pengkristalan magma, dan yang ketiga di atas dapur magma.Proses terjadinya gunung meletus adalah sebagai berikut:
a.Terjadinya gempa bumi dan meningkatnya emisi gas.
b.Keluarnya abu dan uap panas.
c.Pembentukan kubah lava.
1.2.16 Petir
 |
| Gambar proses terjadinya petir |
Pada saat musim hujan, keadaan udara mengandung kadar air yang lebih tinggi yang dapat membuat daya isolasinya turun sehingga arus/muatan listrik lebih mudah untuk mengalir. Petir terjadi ketika elektron di bawah awan tertarik oleh proton di daratan. Masih ingat nggak kamu perbedaan antara elektron dan proton? Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif sedangkan proton adalah partikel subatom yang bermuatan positif. Nah muatan listrik yang terakumulasi harus dalam jumlah yang cukup besar untuk mengisolasi udara. Ketika petir terjadi, aliran muatan negatif (elektron) mengalir menuju titik tertinggi dimana muatan positif (proton) telah berkerumun karena adanya tarikan petir tersebut. Koneksi antara elektron dan proton terjadi dengan begitu cepat sehingga menyebabkan sambaran petir.Petir juga bisa terjadi diantara awan yang berbeda muatan loh! Awan yang bermuatan positif akan berkumpul dengan awan muatan positif lainnya karena adanya angin. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan. Begitu sebaliknya jika muatan positf posisinya berada di atas, maka muatan negatif berada di bagain bawah awan.
Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukanlah konduktor yang baik untuk listrik, sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas pada saat menjalar ke daratan.
1.2.17 Lembayung Senja
 |
| Gambar lembayung senja di Mandailika |
Fenomena lembayung senja merupakan penghamburan cahaya putih yang diradiasikan matahari dengan media partikel atmosfer bumi. Cahaya putih merupakan cahaya polikromatik yang terbentuk dari berbagai spektrum warna monokromatik (Tipler & Mosca, 2008).
Fiegel (2013) menjelaskan bahwa dua molekul utama di udara, oksigen dan nitrogen, sangat kecil dibandingkan dengan panjang gelombang sinar matahari yang masuk yaitu sekitar seribu kali lebih kecil. Secara istimewa, partikel dari oksigen dan nitrogen tersebut akan menyebarkan panjang gelombang terpendek yaitu biru dan ungu sehingga pada siang hari yang cerah langit akan tampak biru. Tetapi saat matahari terbenam, cahaya mengambil jalur yang lebih panjang melalui atmosfer ke mata daripada saat siang hari sehingga sebagian besar warna biru telah menyebar jauh sebelum cahaya mencapai mata. Akibatnya, spektrum cahaya yang sampai pada mata adalah gelombang cahaya tampak dengan panjang gelombang terbesar dan nilai hamburan yang kecil. Spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang terbesar adalah merah dan jingga. Spektrum warna tersebut kemudian merambat masuk ke dalam mata (retina) dan direspon oleh sel kerucut sesuai dengan panjang gelombangnya untuk diinterpretasikan oleh otak. Terjadinya lembayung senja terjadi akibat adanya hamburan cahaya putih yang diradiasikan matahari oleh partikel atmosfer bumi. Pada saat senja cahaya yang terhambur akan melewati jalur yang lebih jauh dari pada siang hari sehingga pada saat senja cahaya yang terhambur adalah cahaya dengan panjang gelombang yang besar yaitu warna merah dan jingga. Warna biru tidak muncul di waktu senja akibat telah terhambur pada daerah yang mengalami siang hari.
1.2.18 Puting Beliung
 |
| Gambar proses terjadinya puting beliung |
Angin Puting Beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian antara 5 - 10 menit. Angin Puting Beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.
a.Gejala terjadinya Puting Beliung
Adapun Gejala terjadinya angin puting beliung adalah sebagai berikut :
- Udara panas dan gerah.
- Dilangit tampak ada pertumbuhan awan kumulus (awan putih bergerombol berlapis-lapis).
- Awan tiba-tiba berubah dari warna putih menjadi hitam pekat (awan Cumulonimbus).
- Ranting pohon dan daun-daun bergoyang cepat karena tertiup angin yang terasa sangat dingin.Jika fenomena ini terjadi, kemungkinan besar hujan diasertai angin kencang akan
b.Proses Terjadinya Angin Puting Beliung
Proses terjadinya Angin Puting Beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertical, selanjutnya didalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghembus kepermukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.
1.2.19 Pelangi
 |
| Gambar siklus terjadinya Pelangi |
Pelangi adalah salah satu fenomena optik yang terjadi secara alamiah dalam atmosfir bumi. Dalam fisika, warna-warna lazim diidentifikasikan dari panjang gelombang. Misalnya, warna merah memiliki panjang gelombang sekitar 625 – 740 nm, dan biru sekitar 435 – 500 nm. Kumpulan warna-warna yang dinyatakan dalam panjang gelombang (biasa disimbolkan dengan λ) ini disebut spektrum warna.
Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfir. Ketika sinar matahari melalui tetesan air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Tiap warna dibelokkan pada sudut yang berbeda, dan warna merah adalah warna yang paling terakhir dibengkokkan, sedangkan ungu adalah yang paling pertama. Berawal dari cahaya matahari, cahaya matahari adalah cahaya yang terdiri dari beberapa warna atau sering disebut polikromatik. Cahaya yang bisa ditangkap oleh mata manusia dengan tanpa alat bantu hanya 7 warna yaitu warna merah, jingga, kuning, nila, dan ungu. Warna-warna tersebut disebut juga dengan cahaya tampak.
1.2.20 Hujan
 |
| Gambar siklus terjadinya hujan |
Hujan adalah sebuah peristiwa Presipitasi (jatuhnya suatu cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku ke permukaan bumi) berwujud cairan. Hujan ini membutuhkan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar bisa menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan dia atas suatu permukaan Bumi.
Prosesnya diawali dengan penguapan air yang berasal baik dari sungai, danau, laut maupun tumbuhan karena sengatan sinar matahari. Kemudian, air yang menguap berkumpul menjadi satu lalu memadat dan membentuk gumpalan awan. Setelah itu, awan digerakkan oleh angin ke tempat yang memiliki suhu lebih rendah. Semakin lama, satu awan dengan awan lainnya menyatu, membesar dan menghitam karena partikel air yang dibawa bertambah.Karena massa partikel air terlalu berat, maka awan tidak sanggup lagi menampung dan akhirnya air turun sebagai rintik-rintik hujan.
1.2.21 Halo Matahari
 |
| Gambar fenomena alam Halo pada Matahari |
a. Pengertian Halo Matahari
Halo matahari adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari. Matahari seolah-olah dilingkari oleh sebuah cincin cahaya yang mirip dengan pancaran lampu. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada sinar matahari, namun juga terjadi pada cahaya bulan, lampu penerangan serta cahaya permukaan bumi.
b. Penyebab Halo Pada Matahari
Fenomena halo matahari merupakan fenomena langka yang jarang terjadi. Kejadian alam optis ini terjadi akibat dari pantulan atau pembiasan cahaya matahari itu sendiri.
Pada umumnya fenomena cincin matahari disebabkan oleh adanya kristal es pada awan cirrus yang dingin dan berada pada ketinggian 5 hingga 10 km di atas lapisan troposfer. Lapisan troposfer adalah lapisan atmosfer terendah yang memiliki ketebalan hingga 10 km di atas permukaan laut.
c. Proses Terjadi Halo pada Matahari
Fenomena alam langka ini terjadi akibat beberapa proses pembiasan cahaya yang berkaitan dengan adanya kristal es pada awan cirrus. Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang menyebabkan cincin matahari terjadi, antara lain:
- Sinar Matahari - Kejadian alam berupa cincin di sekitar matahari diawali oleh adanya sinar matahari sebagai sumber cahaya.
- Refleksi Sinar Matahari – Cahaya matahari yang mengenai awan cirrus akan direfleksikan atau dibiaskan oleh kristal-kristal es yang berbentuk batang atau prisma.
- Sinar Matahari Pecah Menjadi Beberapa Warna – Cahaya matahari yang dibiaskan tersebut akan pecah menjadi beberapa warna akibat efek dispersi udara, proses ini mirip dengan proses terjadinya pelangi.
- Pantulan Pecahan Sinar – Cahaya matahari yang telah pecah menjadi beberapa warna tersebut dipantulkan ke arah tertentu di sekitar matahari sehingga menyerupai cincin yang bercahaya.
1.2.22 Mata Air Panas
 |
| Gambar sumber mata air panas |
a. Pengertian Mata Air Panas
Mata air panas diartikan sebagai mata air yang berasal atau dihasilkan dari keluarnya air tanah dari dalam kerak bumi yang telah mengalami pemanasan secara geotermal sebelumnya. Biasanya air tanah yang dikeluarkan memiliki suhu di atas suhu tubuh normal manusia yaitu 370 celcius, akan tetapi tidak jarang jika beberapa mata air panas memiliki suhu di atas suhu titik didih air. Mata air panas tidak hanya terdapat di daratan saja, tetapi juga bisa ditemukan di dasar laut ataupun di kedalaman samudra.
b. Proses Terbentuknya Mata Air Panas
Mata air panas dapat terbentuk dalam beberapa cara. Yang paling umum terjadi ketika air hujan atau air tanah terpanaskan oleh magma di bawah permukaan bumi. Celah atau patahan di permukaan bumi memungkinkan air mengalir lebih dalam ke arah mantel, tempat bersentuhannya batuan panas yang memanaskan air.
Tekanan bawah tanah kemudian memaksa air panas untuk ke atas, selanjutnya ke permukaan bumi melalui celah atau patahan yang sama. Besarnya tekanan di bawah tanah menentukan seberapa cepat dan seberapa jauh air panas nantinya mengalir. Mata air panas seperti diatas biasanya terbentuk di daerah dengan aktivitas gunung berapi.
Mata air panas juga dapat terbentuk ketika infiltrasi air (air masuk ke dalam tanah) dipanaskan oleh peluruhan unsur radioaktif yang ada di batuan. Untuk setiap kedalaman 1.000 kaki, air tanah dipanaskan dengan tambahan 15°F. Pada kondisi ini, air panas menjadi lebih kental dan akan naik melalui retakan dan patahan ke permukaan bumi.
Ketika air panas mencapai permukaan, ia dapat mengalir perlahan atau cepat tergantung pada besarnya tekanan dari bawah tanah. Secara umum, laju aliran mata air panas berbeda beda, tergantung pada volume air bawah tanah dan besarnya tekanan bawah tanah. Pembentukan dan keterdapatan mata air panas sering berasosiasi dengan geiser (geyser).
1.2.23 Kabut
 |
| Gambar kabut |
Kabut ialah kumpulan tetes-tetesan air yang memiliki ukuran yang sangat kecil dan melayang-layang di udara. Kabut ini memliki kemiripan dengan awan, namun hanya saja awan tidak menyentuh permukaan tanah, sedangkan kabut sendiri menyentuh permukaan tanah atau bumi. Biasanya kabut ini bisa kita lihat didaerah yang dingin atau daerah yang tinggi, lalu bagaimanakah sebenarnya kabut ini bisa terbentuk.
Secara umum kabut ini dapat terbentuk saat udara yang jenuh akan uap air didinginkan dibawah titik bekunya, apabila udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran tersebut menjadikan pedas dimata dan dapat menyebabkan batuk. Seperti yang sudah kita tahu, udara di sekitar kita ini mengandung air dalam bentuk uap atau gas. Tapi, ternyata udara hangat mampu menampung uap air dalam jumlah yang lebih banyak. Nah, ketika didinginkan maka uap air yang tadinya ada di udara akan mengembun sebagian. Alias, kembali ke wujudnya semula, yakni cair.
Di waktu atau tempat tertentu, seperti perpindahan dari malam ke pagi hari, atau di lereng dan puncak gunung, udara akan mengalami perubahan suhu. Sehingga uap air atau gas tadi akan mencapai titik jenuh dan berubah kembali menjadi air. Tentu saja pada awalnya air ini hanya berupa titik-titik air yang sangat ringan. Makanya mereka bisa melayang-layang di udara. Karena jumlahnya yang banyak, maka titik-titik air yang melayang ini sanggup mengganggu penglihatan kita lho. Mereka kemudian terbagi, ada yang terus naik ke atas dan menjadi awan, sementara titik-titik air yang lebih berat akan jatuh ke bumi dan menempel di daun, kaca rumah, dan benda-benda lain.
Kabut yang menempel di benda-benda sekitar kita inilah yang kemudian kita kenal sebagai embun. Atau jika yang masih bertahan melayang-layang di udara, saat matahari mulai bersinar dan udara menjadi hangat kembali, mereka akan kembali ke wujud uap atau gas. Dan kabut pun sirna terkena sinar mentari.
Jenis-Jenis Kabut
- Kabut Advection , Kabut advection ialah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut jenis ini ialah kabut laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir diatas suatu permukaan yang dingin, kabut laut sering muncul sepanjang pesisir pantai dan tepi-tepi danau.Yang salah satu jenis yang lain dari kabut ini disebut dengan kabut uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air, kabut upa ini sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.
- Kabut Frontal, Jenis kabut terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut terbentuk ketika hujan turun dari massa udara yang hangat ke dalam massa udara yang dingin tempat uap air menguap, dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampaui titik jenuh.
- Kabut Radiasi, Jenis kabut ini terbentuk pada saat malam yang tenang dan bersih, saat tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk diseluruh permukaan tanah dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut radiasi sering muncul dilembah-lembah yang dalam.
- Kabut Gunung, Jenis kabut ini terbentuk ketika upa air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung, udara dingin bergerak ke atas lereng hingga tidak sanggup menahan uap air, titik-titik kabut kemudian terbentuk disepanjang lereng gunung.
1.2.24 Gletser
 |
| Gambar Gletser |
Fenomena gletser atau bisa disebut juga dengan glesier, dan juga gleyser adalah bongkahan es dalam jumlah yang sangat besar dan seakan membatu. Bongkahan es benar terjadi dalam kurun waktu masa geologi tertentu. Tentu saja diimbangi dengan berbagai macam fenomena alam pendukung yang lain.
Gletser sendiri secara umum banyak di temukan pada kawasan kutub, meskipun dapat ditemukan di lokasi lain di penjuru bumi. Namun, sayangnya gletser tidak dapat ditemukan di Australia. Jika membicarakan mengenai penyebab dari terbentuknya suatu gletser maka ada Beberapa hal yang bisa kita temukan mengenai proses terjadinya gletser.
Proses awal dari terbentuknya suatu gletser adalah melalui proses sublimasi. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa proses sublimasi adalah sebuah proses kimiawi yang menjelaskan mengenai perubahan benda padat menjadi bentuk gas. Namun, perubahan tersebut tidak melewati satu proses yang umum ditemukan yaitu mencair. Pada awal yang terjadi adalah ketika butiran salju yang turun akan mengalami proses sublimasi terlebih dahulu. Ketika butiran salju tersebut menguap maka akan terjadi pembekuan kandungan air yang ada oleh suhu yang ada di sekitar lokasi tersebut. Untuk dapat membekukan unsur air yang menguap tersebut maka dibutuhkan suhu dingin dengan derajat tertentu yang hanya bisa diteumkan di daerah tertentu saja.
Proses lain yang terjadi selain adanya proses sublimasi tersebut adalah proses pembekuan dari salju itu sendiri. Mesipun pada dasarnya salju merupakan serpihan uap air yang mebeku, namun ketika mencapai suhu tertentu serpihan salju tersebut akan membentuk suaut gumpalan yang banyak disebut sebagai firn. Gumpalan ini akan semakin banyak terkumpul apabila tidak banyak salju yang berubah menjadi uap dan lepas ke udara. Proses pembekuan salju ini bisa dikatakan merupakan proses utama. Hal tersebut dikarenakan proses sublimasi tidaklah terlalu banyak menyumbang dalam proses terjadinya gletser.
1.2.25 Moonbow
 |
| Gambar Mooonbow |
Moonbow (Pelangi bulan) adalah salah satu fenomena alam yang langka dan sulit untuk ditemui. Moonbow lebih jarang terjadi dibandingkan dengan Rainbow yang sering kita lihat terbentang dilangit pada siang hari, yang merupakan gejala optik berupa cahaya warna-warni. Moonbow terjadi saat malam hari, saat matahari telah terbenam dan bulan tampil untuk menggantikan tugas matahari.
Fenomena ini terjadi ketika bulan berada pada titik rendah (kurang dari 42° di atas langit) dan ada hujan yang berlawanan dengan bulan. Bulan memang benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri, bulan hanya “meneruskan” cahaya dari matahari. Bila pelangi siang hari terjadi karena pembiasan cahaya matahari, maka pelangi yang terjadi malam hari disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan.
Beberapa tempat di dunia sering menampilkan moonbow, salah satunya adalah air terjun Victoria di perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Selain itu, air terjun Cumberland, dekat Corbin, Kentucky di Amerika Serikat juga sering dilaporkan terlihat moonbow disana.Moonbow akan terlihat pada saat bulan purnama atau pada saat bulan hampir mencapai purnama, mata kita biasanya agak sulit melihat perbedaan warna yang tampil pada moonbow karena biasanya terlalu lemah untuk merangsang reseptor kerucut warna di mata manusia. Akibatnya mereka sering tampak putih, tapi kamera dapat menangkap warna-warna yang tampil “dengan sempurna”. Mata kita biasanya hanya bisa menangkap warna putih, dimana warna putih merupakan gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, yang terjadi pada cahaya matahari. Tapi, bila cahaya bulan sangat terang, pelangi merah biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang. Moonbow biasanya terlihat berlawanan dengan posisi bulan dan terlihat “begitu sempurna” pada saat terjadi bulan purnama secara penuh. Kombinasi persyaratan ini membuat Moonbow lebih jarang terjadi dibanding pelangi yang dihasilkan matahari.
Sebuah lingkaran (berbentuk cincin) berwarna di sekeliling bulan bukanlah moonbow. Cincin tersebut terbentuk karena pembiasan sinar bulan oleh kristal-kristal es heksagonal yang terbentuk di atmosfer. Fenomena ini hanya dapat terjadi jika bulan berada di satu sudut tertentu saja.
Moonbow memang sangat jarang terjadi, perlu kondisi dan kriteria khusus yang menyebabkan kondisi ini akan terjadi, yaitu posisi bulan berada pada titik rendah (sekitar kurang dari 42° di langit), ada hujan berlawanan dengan bulan, dan langit telah gelap. Kombinasi ini membuat moonbows jauh lebih jarang muncul daripada pelangi yang dihasilkan oleh matahari
1.2.26 Api Biru
 |
| Gambar api biru di kawah ijen |
Api Biru di dunia ada dua yaitu terdapat di kawah Ijen Indonesia dan di Islandia. Alasan kenapa mengeluarkan api biru karena senyawa belerang yang terdapat di gunung tersebut. Banyak gunung berapi mengeluarkan gas senyawa belerang, teman-teman. Misalnya seperti Gunung Berapi Dallol di Ethiopia. Jadi, sebenarnya api biru juga bisa ditemukan di tempat lain.
Rahasia warna biru gas belerang api biru itu ada pada pembakaran senyawa kimia di Kawah Ijen. Warna biru gas belerang api biru itu ada pada pembakaran senyawa kimia di Kawah Ijen. Kawah Ijen memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi, teman-teman.
Ketika ada senyawa seperti belerang bercampur dengan oksigen dan suhu yang tinggi, maka ada reaksi pembakaran yang terjadi.Panas terlepas dan senyawa kimia yang baru tercipta, misalnya seperti sulfur dioksida.
Bagian yang terlihat dari pemakaran tersebut adalah nyala api yang disebabkan oleh atom-atom mengeluarkan energi. Energi yang berasal dari reaksi pembakaran meningkatkan elektron di atom menjadi semakin aktif. Ketika elektron kembali ke fase semula, elektron ini melepaskan energi ekstra sebagai partikel cahaya. Panjang gelombang dari partikel cahaya menentukan warna apa yang terlihat dari nyala api pembakaran itu.Nah, karena ada senyawa belerang yang terbakar, maka warna yang dihasilkan adalah warna biru yang berkilauan.
1.2.27 Pasang Surut Air
Pasang surut air laut dapat dipengaruhi oleh gravitasi bulan atau gravitasi matahari. Akan tetapi gravitasi bulan memiliki pengaruh yang lebih besar daripada gravitasi matahari karena jarak bulan lebih dekat ke bumi. Kondisi air laut pasang terjadi dua kali yaitu saat bulan purnama dan bulan baru. Pada belahan bumi yang mengalami bulan purnama, jarak air laut dengan pusat bulan lebih dekat daripada jarak pusat bumi dengan pusat bulan. Hal yang sama terjadi pada belahan bumi yang mengalami bulan baru, jarak air laut dengan pusat bulan lebih jauh daripada jarak pusat bumi dengan pusat bulan. Ini mengakibatkan gaya gravitasi bulan lebih kuat daripada bumi untuk menarik air laut. Air laut menjadi sedikit lebih tinggi terhadap permukaan bumi, inilah yang disebut air laut pasang.
 |
| Gambar skema terjadinya pasang air laut. |
Lalu kapan terjadinya kondisi air laut yang surut? Kondisi ini terjadi pada belahan bumi yang tidak mengalami bulan purnama maupun bulan baru atau disebut pasang perbani. Peningkatan ketinggian air laut di bagian yang mengalami bulan purnama maupun bulan baru tentunya mengambil jatah air dari belahan bumi lainnya. Hal ini menyebabkan belahan bumi lainnya mengalami permukaan laut yang surut. Pada saat bulan separuh, air laut surut lebih banyak terjadi karena bagian bumi tersebut berada tepat ditengah diantara bagian yang mengalami bulan purnama dan bulan baru.
 |
| Gambar proses terjadinya surut air laut |
1.2.28 Supernova
 |
| Gambar supernova |
1.2.28.1 Pengertian Supernova
Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cermerlang dan bahkan kecermerlangannya bisa mencapai ratusan kali cahaya bintang tersebut semula. Pancaran energi yang dipancarkan saat supernova terjadi dalam beberapa detik saja dapat menyamai pancaran energi sebuah bintang dalam kurun waktu jutaan hingga milyaran tahun. Pancaran energi supernova dapat dihitung berdasarkan sifat-sifat pancaran radiasinya
1.2.28.2 Proses Terjadinya Supernova
Di awali dengan pembengkakan, bintang membengkak karena mengirimkan inti helium di dalamnya ke permukaan. Sehingga bintang tersebut menjadi bintang raksasa yang amat besar dan berwarna merah. Di bagian dalamnya, inti bintang akan menyusut. Karena penyusutan ini bintang semakin panas dan padat. Saat semua inti bintang telah hilang dan yang tertinggal di dalam hanyalah unsur besi, maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang memasuki tahap akhir dari kehancurannya. Setelah itu suhu pada inti bintang bertambah hingga mencapai 100 milyar derajat celcius. Kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut.
1.2.29 Hujan Asam
1.2.29.1 Pengertian Hujan Asam
Hujan asam adalah sebuah fenomena alam akibat dari pencemaran udara yang sudah kelewat buruk. Fenomena ini menyebabkan turunnya asam dari atmosfer ke bumi.
Penting untuk diketahui bahwa hujan asam tidak selalu hujan yang turun dalam bentuk butiran air saja. Fenomena alam ini juga bisa terjadi dalam bentuk kabut, hujan es, salju, bahkan gas dan debu yang mengandung asam.Hujan asam mempunyai pengertian sebagai segala bentuk hujan yang memiliki tingkat keasaman atau pH dibawah normal, yakni dibawah 5,6. Secara umum, hujan yang turun di wilayah Indonesia memiliki pH normal sekitar 6. Dan hujan asam ini mempunyai kandungan pH di bawah kadar normal tersebut. Asamnya hujan ini dikarenakan adanya kandungan karbondioksida atau CO₂ yang larut dengan air hujan tersebut dan memiliki bentuk sebagai asam lemah.
1.2.29.2 Penyebab Terjadinya Hujan Asam
Gambar terjadinya hujan asam
Setelah kita mengetahui karakteristik dari hujan asam, selanjutnya kita akan meneruskan tahap perkenalan pada hujan asam ini, yakni membahas mengenai penyebab terjadinya hujan asam. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hujan secara umum disebabkan karena banyak hal. Dan hujan asam ini juga terjadinya disebabkan oleh beberapa hal atau beberapa sebab. Sebab- sebab yang mendatangkan terjadinya hujan asam adalah sebagai berikut:
- Karbondioksida atau CO₂ dan karbon monoksida atau CO. Karbondioksida dan karbon monoksida ini merupakan suatu gas hasil proses pembakaran yang bertemu dengan uap air atau H₂O. kedua gas ini apabila bertemu akan membentuk asam karbonat atau H2CO3 yang termasuk ke dalam kategori asam lemah.
- Hidrogen sulfida atau H2S, sukfur oksida atau SO2 yang bertemu dengan uap air atau H2O akan membentuk asam sulfat atau H2SO4 yang meurapakan kategori asam yang kuat.Itulah penyebab terjadinya hujan asam secara alami. Kemudian sebab-sebab tersebut dapat ditimbulkan oleh karena adanya beragam aktivitas manusia maupun fenomena alam. Beberapa aktivitas manusia dan juga fenomena alam yang dapat menimbulkan terjadinya hujan asam diantaranya adalah pembakaran BBF, letusan gunung berapi (baca: penyebab gunung berapi meletus), kebakaran hutan, peleburan logam, aktivitas pabrik, dan pembangkit listrik.
1.2.30 Badai pasir
 |
| Gambar badai pasir di Arab |
Badai pasir merupakan angin kencang yang membawa sejumlah besar pasir di udara dan awan pasir yang ada di permukaan bumi. Sebagain pasir yang diterbangkan oleh badai tidak naik melebihi 50 cm, namun sebagain pasir akan diterbangkan badai hingga jarak dua mater. Pasir yang dibawa angin ini mempunyai diameter antar 0,15 hingga 0,30 mm. Selama terjadinya badai, angin mempunyai kecepatan hingga 16 km per jam atau lebih. Badai pasir ini rata- rata berlangsung selama tiga hingga lima jam. Badai pasir ini kebanyakan terjadi di daerah yang merupakan gurun pasir. Namun beberapa badai pasir terjadi di pantai dan dasar dari sungai kering atau di daerah- daerah yang merupakan tempat penumpukan sisa- sisa kerikil, pasir dan juga lumpur.
Badai pasir dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar sehingga di tepi badai akan membentuk dinding pasir yang tingginya mencapai 1,6 km. di Gurun Sahara, badai pasir dikenal dengan naman Simoom atau Simoon. Dan badai pasir di wilayah Sudan dikenal dengan nama Haboob.
12.31 Milky Sea (Fenomena Laut Bercahaya)
 |
| Gambar milky sea |
Milky Sea atau fenomena laut bercahaya di malam hari cukup jarang terjadi, namun bukanlah hal baru. Seperti yang terjadi baru baru ini di laut Selatan Jawa. Cahaya yang diikuti dengan kabut seperti susu ini terbentuk dari bakteri bioluminesensi.Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Kapten Kapal CSS Alabama, Raphael Semmes. Pada 1864, Raphael Semmes menceritakan melalui tulisannya bahwa kapal yang dinahkodai tiba-tiba beralih dari air laut yang biru tua ke air yang sangat terang. "Seluruh pemandangan alam tampak berubah, kalau ada yang melihat, Alabama mungkin dianggap sebagai kapal hantu yang diterangi oleh cahaya laut yang tidak wajar,” tulis Raphael.
Bagi kru kapal yang sangat percaya dengan monster laut, mereka akan sangat ketakutan saat bertemu dengan milky sea.Fenomena ini juga disebut dengan mareel. Milky sea disebabkan oleh bakteri bioluminescence dalam jumlah miliaran. Bakteri berada di dasar dan permukaan air ini membentuk cahaya terang di malam hari.
1.2.32 Api di dasar Laut
Gambar proses terjadinya Api di dasar Laut
Api umumnya akan padam ketika terkena air. Tetapi, ternyata memang terdapat api yang muncul dari dasar lautan dan bisa tetap menyala. Inilah fenomena yang terjadi di alam, tepatnya di dasar lautan di Bumi. Api-api tersebut keluar secara alami akibat letusan-letusan gunung api bawah laut. Dalam buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' dijelaskan asal mula ditemukannya api di dalam lautan ini. Setelah Perang Dunia II, para ilmuwan menjelajahi samudera dan lautan mencari bahan-bahan mineral yang cadangannya hampir habis.
Mereka terkejut menemukan bahwa banyak pegunungan vulkanik terbentang di seluruh lautan sepanjang ribuan kilometer yang mereka sebut sebagai pegunungan bawah laut.
Dengan mempelajari bentangan pegunungan bawah laut, jelas bahwa gunung-gunung tersebut terbentuk akibat dari letusan-letusan dahsyat gunung berapi.Pada kedalaman sekitar 1,6 km di bawah laut, lahar letusan gunung api bisa meleleh keluar dan memanas hingga menyemburkan abu-abu vulkanik. Fenomena ini bisa terjadi di seluruh lautan. Gunung-gunung api di dasar samudera jumlahnya lebih banyak dan lebih aktif dibandingkan gunung-gunung api di atas daratan. Gunung api tersebut terbentang di sepanjang dasar samudera.
1.2.33 Aurora
Gambar Fenomena Aurora
1.2.33.1 Pengertian dan Jenis Aurora
Aurora adalah keajaiban alam berupa pancaran cahaya yang menyala-nyala di lapisan ionosfer bumi. Pesona langit kutub utara dan selatan ini disebabkan oleh interaksi medan magnetik bumi dengan partikel bermuatan yang berasal dari matahari.
Aurora adalah lengkungan lembaran cahaya yang berwarna-warni dan selalu bergerak seperti gelombang di langit. Pada abad ke-4 SM, Aristoteles menyebut aurora sebagai chasmata yang berarti “letusan yang terjadi di langit”. Astronom sekaligus ahli matematika dari Perancis yang bernama P. Gassendi, pada awal abad ke-17 menyebutnya dengan aurora borealis atau “cahaya utara” karena ia hanya mengira peristiwa ini hanya terjadi di wilayah lingkar kutub utara. Ternyata, di wilayah lingkar kutub selatan juga terjadi fenomena serupa. James Cook, seorang penjelajah dari Inggris ialah orang yang mengamati keajaiban ini di belahan langit selatan dan menamakannya aurora australis atau “cahaya selatan”
Berdasarkan lokasi kejadiannya, fenomena aurora dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
- Aurora Borealis, Aurora borealis adalah jenis aurora yang terjadi di langit bumi bagian utara. Asal nama aurora borealias diambil dari nama “dewi fajar” dari Roma, yakni Aurora serta kata “angin utara” dari Yunani, yaitu Boreas. Di Eropa, aurora nampak kemerah-merahan di ufuk utara seperti menjelang matahari terbit. Kemunculan aurora borealis umumnya terjadi pada bulan September-Oktober dan Maret-April. Wilayah lingkar kutub utara yang dapat melihat aurora borealis adalah di negara Kanada, Alaska, Rusia dan negara-negara Skandinavia
- Aurora Australis, Aurora australis adalah fenomena aurora yang terjadi di langit bumi bagian selatan. Ciri-cirinya serupa dengan aurora borealis. Nama australis diambil dari nama benua Australia yang berada di belahan bumi bagian selatan.
1.2.33.2 Penyebab Terjadinya Aurora Borealis
Terjadinya aurora borealis dan australis dipengaruhi oleh tiga faktor penting berikut, yaitu:
- Sun Spot / Bintik Matahari, Bintik matahari adalah area gelap atau hitam dan area dingin pada permukaan matahari. Sun Spot atau fotosfer ini merupakan fenomena unik matahari yang berukuran 50.000 km akibat adanya interaksi medan magnet matahari yang tidak sempurna.
- Proton dan Elektron, Proton dan elektron adalah unsur-unsur tunggal pembentuk atom. Atom terdiri atas proton pada bagian intinya, serta elektron pada bagian terluar.
- Kutub Medan Magnet, Kutub merupakan pusat medan magnet bumi. Ketika partikel masuk dan terjebak di Sabuk Van Allen, maka partikel tersebut akan terbawa angin menuju kutub medan magnet bumi.
Aurora dapat terbentuk akibat atom-atom atau molekul-molekul yang saling bertabrakan dengan partikel bermuatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari matahari. Partikel-partikel yang berasal dari matahari tersebut terlempar dengan kecepatan lebih dari 500 mil per detik dan terhisap oleh medan magnet bumi di sekitar kutub utara dan selatan.
Benturan tersebut menghasilkan warna-warna yang indah. Misalnya aurora yang berwarna hijau terbentuk dari benturan partikel elektron dengan molekul nitrogen. Kemudian aurora berwarna merah berasal dari benturan partikel elektron dengan oksigen.
Proses terjadinya aurora juga dipengaruhi oleh angin matahari. Angin matahari adalah sebuah aliran partikel yang keluar dari matahari yang menggerakkan sebagian atau sejumlah besar muatan listrik di atmosfer (Sabuk Van Allen). Energi tersebut akan mempercepat partikel menuju ke atmosfer bagian atas sehingga terjadi tabrakan dengan berbagai gas.
1.2.4. Pemanasan Global
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperature global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energy matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia yang terjadi pada kisaran 1,5 – 40 °C pada akhir abad 2
1.2.5. Lubang Biru Raksasa (Great Blue Hole)
Gambar Lubang Biru Raksasa
Lubang biru raksasa atau geat blue hole merupakan suatu lubang yang berada di lautan yang berbentuk menyerupai sebuah lingkaran sempurna. Lubang biru raksasa ini mempunyai diameter 0,4 kilometer dengan kedalaman mencapai 145 meter. Di sisi- sisi lubang biru raksasa ini terdapat banyak karang yang membatasinya. Karang- karang ini masih termasuk ke dalam komplek karang lighthouse.
Lubang biru raksasa ini terdapat di dekat pusat kota Bleize, tepatnya berada pada jarak 60 mil dari pusat kota Bleize. Jika kita perhatikan lubang biru raksasa yang ada di lautan ini kita akan merasa bahwa lubang tersebut tidak berdasar karena saking dalamnya. Lubang biru raksasa ini membuat siapa saja tidak ingin berlayar di atasnya. Jila dilihat dari kejauhan yakni dari udara, keberadaan lubang ini memang menjadi suatu pemandangan yang indah, namun tidak jarang juga banyak yang takut melihatnya.
1.2.6 Petir Abadi Catatumbo
Petir abadi Catatumbo merupakan salah satu fenomena alam yang terdapat di Venezuela. Nama Catatumbo sendiri sebenarnya adalah salah satu nama sungai di Venezuela yang bermuara di Danau Maracaibo. Petir abadi ini selalu muncul berlompatan dari satu awan ke awan yang lain setiap saat. Petir abadi ini adalah fenomena alam yang sangat langka dan bahkan hanya satu- satunya di dunia. Pihak dari pemerintah Venezuela sendiri tengah mengusulkan agar petir abadai Catatumbo kelas bisa dijadikan situs warisan dunia UNESCO. Beberapa ciri dari petir abadi Catatumbo antara lain sebagai berikut:
- Terjadi setiap saat
- Petir tampak bersahut- sahutan
- Kilatan cahayanya tampak hingga jarak ratusan km
Lalu, sebenarnya bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Tentu saja bisa dijelaskan melalui penjelasan ilmiah. Adapun proses terjadinya petir abadi Catatumbo akan dijelaskan di bawah ini.
Ada beberapa poin mengenai proses terjadinya petir abadi ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.Terjadi kemunculan awan gas
Catatumbo merupakan salah satu nama sungai yang ada di Venezuela dan bermuara di Danau Maracaibo. Aliran sungai Catatumbo ini melewati sebuah rawa besar yang banyak mengandung bahan-bahan organik yang telah membusuk. Akibat dari pembusukkan bahan-bahan organik ini maka kemudian terbentuklah awan- awan gas. Awan- awan gas ini biasanya berupa gas metana yang merupakan gas khas dari rawa- rawa. Oleh karena rawa ini sangat besar, maka kandungan bahan organik yang membusuk juga banyak dan itulah sebabnya awan gas yang terbentuk juga banyak.
2.Awan gas bertabrakan dengan angin kencang
Awan gas yang terbentuk akibat dari proses pembusukan bahan organik akan tertiup oleh angin atau akan mengalami kenaikan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tekanan udara semakin tinggi maka akan semakin rendah, dan hal ini menyebabkan angin di atas juga semakin kencang. Nah, awan gas yang terbawa ke atas ini kelak akan bertabrakan dengan angin kencang yang ada di atas yang berasal dri Pegunungan Alpen. Hal ini tentu akan menimbulkan suatu keadaan tertentu.
3.Terjadinya perbedaan potensial listrik
Tabrakan antara awan gas dan juga angin kencang yang ada di atas akan menyebabkan bertemunya dua keadaan yang berbeda. Keadaan potensial listrik antara kedua material ini jelas berbeda. Perbedaan listrik inilah yang akan menyebabkan reaksi- reaksi kilatan dan terkadang menibulkan suara gemuruh yang berisik. Kilatan- kilatan cahaya inilah yang disebut dengan petir, kemudian suara gemuruh inilah yang biasa disebut dengan guntur atau guruh.
4.Timbullah petir yang melompat dari satu awan ke awan yang lain
Ketika sudah timbul petir, petir- petir ini akan saling melompat dari satu awan ke awan yang lainnya. Hal ini karena awan yang terbentuk banyak sehingga petir- petir yang bersangkutan akan saling bersahut- sahutan. Oleh karena bersahut- sahutan maka petir yang muncul ini seperti sebuah hujan.
Nah itulah beberapa proses yang menjadi alasan terbentuknya petir abadi Catatumbo. Petir Catatumbo menjadi sebuah legenda yang kabarnya sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Fenomena ini sempat berhenti pada tahun 2010, tepatnya di Bulan April. Awalnya masyarakat mengira bahwa fenomena tersebut telah berhenti selamanya, namun ternyata feomena ini hanya terjadi sementara karena pada saat itu tengah terjadi kekeringan sehingga menyebabkan pembusukan bahan organik berkurang. Setelah tidak kekeringan lagi, fenomena petir abadi ini kembali terjadi.
1.2.37 Awan Lentikular
Awan lentikular mungkin terlihat seperti berasal dari luar angkasa, sebenarnya itu adalah proses ilmiah duniawi yang normal. Awan lentikLoular adalah awan stasioner yang terbentuk di ketinggian di langit. Mereka biasanya sejajar dengan sudut siku-siku (tegak lurus) dengan arah angin.
Awan berbentuk lensa ini biasanya terbentuk di mana udara lembab yang stabil mengalir, jika angin menerpa pegunungan, maka udara terpaksa naik di atas gunung atau pegunungan tersebut, menciptakan gelombang udara, di sisi berlawanan arah mata angin (lee) seringkali gelombang besar atau udara terbentuk di sisi bawah pegunungan untuk kembali turun ketinggian awalnya yang menciptakan turbulensi. Namun, karena ia mengalami inersia, ia melampaui batas lebih jauh ke bawah, dan kemudian melampaui batas atas lagi. Jika ini terjadi, serangkaian gelombang berdiri berskala besar yang berosilasi dapat terbentuk di sisi bawah angin gunung, sehingga ia menelusuri jalur gelombang.
Kantung udara mengembang bersama salah satu gelombang yang bergerak ke atas karena tekanan atmosfer turun seiring dengan ketinggian, udara mendingin ke tempat awan terbentuk. Semakin tinggi udara semakin dingin. Perluasan adiabatik menyebabkan suhu di puncak gelombang turun ke titik embun dan cukup kelembaban di udara, uap air di udara bisa mengembun menjadi tetesan kecil dalam formasi lensa membentuk awan lenticular. Kondensasi (pengembunan) terjadi ketika kelembaban meningkat di tingkat atas atmosfer.Beberapa saat kemudian udara mulai turun dan tepi bawah awan tercapai. Udara dikompresi saat dipaksa ke bawah, ia memanas dan tetesannya menguap - ujung awan. Tetesan inilah yang menciptakan awan. Dengan demikian, arus udara hangat mendingin naik gunung, menciptakan awan. Terjadinya awan ini berarti ada cukup kelembaban di udara dan ada angin horizontal yang kuat setidaknya 24 km/jam..Jika aliran udara sangat kuat, gelombang awan dapat membentuk beberapa lapisan, menciptakan lentikular bertumpuk.
Jika kondisinya tepat, kelompok gelombang demi gelombang awan lentikular ini dapat membentuk apa yang disebut para ilmuwan sebagai "awan gelombang". Saat udara lembab bergerak kembali ke dasar gelombang, di mana suhu dan susu titik embun tidak sama sekali, awan dapat menguap kembali menjadi uap, menciptakan awan stasioner. Dengan demikian awan lentikular dapat terbentuk dan menghilang dengan relatif cepat, dan merupakan objek yang sanagt dinamis yang menandai puncak gelombang atmosfer dan batas-batas kondensasi dan penguapan tetesan. Jadi, awan ini aneh karena tetap diam relatif terhadap gunung saat angin melintasi awan. Untuk alasan ini, awan sering disebut awan lentikular berdiri karena berdiri diam di atas gunung. Faktanya, tetesan air berlarian di sekitar awan, terbawa angin.
Awan lentikular biasanya tanda bahwa perkiraan hujan akan turun beberapa hari lagi. Awan nacreous yang jauh lebih tinggi di stratosfer juga merupakan awan gelombang gravitasi. Untuk gelombang pertama yaitu di atas gunung, awan lentikular sering disebut awan topi karena seperti topi atau topi gunung.
1.2.7 Gerhana Matahari
Gambar proses terjadinya gerhana matahari
Proses terjadinya gerhana matahari diawali dari tergelincirnya bayang-bayang bulan ke permukaan bumi karena bulan menghalangi sinar matahari ke bumi. Kondisi ini terjadi jika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus serta bulan terletak di sekitar titik potong antara bidang edar bulan yang mengelilingi bumi dan bidang edar bumi mengelilingi matahari. Penampakan gerhana yang berubah-ubah antara Gerhana Matahari Cincin (GMC) atau Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi akibat perubahan ukuran piringan bulan dan matahari dari bumi. Perubahan ukuran piringan bulan dan matahari itu terjadi akibat lintasan bumi mengelilingi matahari dan lintasan bulan mengelilingi bumi yang sama-sama berbentuk elips. Lintasan elips pulalah yang membuat jarak matahari, bumi, dan jarak bulan-bumi berubah secara periodik. Pada saat jarak matahari dan bumi (aphelion) mencapai maksimum sejauh 152,1 juta kilometer, radius piringan matahari berukuran 944 detik busur (1 detik busur = 1/3.600 derajat). Adapun pada jarak terdekat bumi ke matahari (perihelion) sejauh 147,1 juta km dan radius piringan matahari mencapai 976 detik busur. Sementara itu, jarak bulan ke bumi pada titik terjauhnya (apogee) ada pada jarak 405.500 km yang memiliki radius piringan bulan sebesar 882 detik busur. Adapun pada titik terdekatnya antara bulan ke bumi sejauh 363.300 km, dan radius piringan bulan mencapai 1.006 detik busur. Bayang-bayang bulan yang jatuh ke permukaan bumi memiliki dua bagian, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan tambahan (penumbra). Penduduk bumi yang dilintasi wilayah umbra tidak akan melihat matahari karena seluruh sumber cahayanya ditutupi bulan. Adapun jika berada di daerah yang dilalui penumbra, mereka masih dapat melihat sebagian sinar matahari. Dalam GMC, ujung umbra atau bayang-bayang bulan tidak mencapai permukaan bumi. Hanya perpanjangan umbra (antumbra atau antiumbra) saja yang sampai ke bumi. Daerah yang dilalui antumbra itulah yang akan melihat matahari seperti cincin bercahaya di langit.
Gerhana matahari dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu:
1.Gerhana matahari total
Gerhana matahari total terjadi apabila bulan menutupi sinar matahari secara menyeluruh. Gerhana matahari total sangat berbahaya jika dilihat dengan mata telanjang, karena akan merusak bola mata.
2.Gerhana matahari sebagian
Gerhana ini akan terjadi apabila cahaya matahari yang menuju ke bumi ditutupi oleh bayangan penumbra bulan. Saat gerhana ini berlangsung, akan tampak sebagian cakram matahari akan ditutupi oleh sebagian cakram bulan.
3.Gerhana matahari cincin
Gerhana jenis ini terjadi apabila bulatan bulan menutupi bagian dalam bulatan matahari, dikarenakan posisi bulan terletak paling jauh dengan matahari. Artinya bulatan bulan saat ini lebih kecil dari bulatan matahari.
4.Gerhana matahari hibrida
Gerhana hibrida berasal dari gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian. Di sebagian wilayah di bumi, akan tampak gerhana ini muncul sebagai gerhana matahari total, sedangkan di wilayah lain akan tampak sebagai gerhana matahari sebagian.
1.2.8 Columnar Basalt
Gambar Columnar Basal
Columnar Basalt berasal dari Bahasa inggris dan terdiri dari dua kata "columnar' dan "basalt". "Columnar" yang artinya berbentuk kolom dan "basalt"yang artinya batuan beku yang ekstrusif (bantuan vulkanik). Sedangkan secara keseluruhan, defenisi dari columnar basalt adalah formasi bebatuan yang berbentuk hexagon (segi enam) karena lava dari letusan gunung yang mendingin. Columnar basalt juga sering dikenal dengan sebutan columnar joint.
Columnar jointini berbentuk tiang-tiang prisma sejajar yang pada umumnya terbentuk pada aliran basal. Pola khusus ini dihasilkan akibat pendingan lava gunung berapi yang membeku dan patah ke arah tegak lurus dengan asal aliran. Basalt mengalir dengan cepat yang menyebabkan penyusutan dan keretakan bentuk batuan dan pada umumnya membentuk pola hexagonal. Ada beberapa contoh dari bentuk yang tidak umum, antara lain tiang-tiang tersebut menunjukkan 3 hingga 12 sisi, yang berbentuk seperti tiang-tiang. Dimana diameter tiang berbeda-beda, berkisar dari beberapa inche hingga beberapa kaki.
Tidak ada kerugian yang ditimbulkan dari adanya columnr joint ini. Malah sebaliknya fenomena alam unik ini dapat menjadi tempat pariwisata yang dapat menarik para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Columnar joint ini banyak temukan di Amerika Serikat, Irlandia hingga India.
1.2.8 Gelombang Panas (Heat Wave)
Gambar gelombang panas
Gelombang Panas (inframerah) adalah dimana ketika suhu dan kelembapan udara sama-sama tinggi dan terjadi selama lebih dari tiga hari. Selama gelombang panas terjadi, termometer akan menunjukkan suhu udara yang tinggi. Udara selalu mengandung uap air. Bila kelembapan udara tingg, maka udara akan mengandung lebih banyak uap air. Kelembapan menjadi tolak ukur kadar air dalam udara. Udara yang panas dan lembab menyebabkan kulitmu terasa lengket dan tidak nyaman.
Sebutan Gelombang Panas ini relatif bagi cuaca umum di suatu daerah. Temperatur yang dianggap normal oleh orang-orang dari daerah beriklim panas dapat dianggap sebuah gelombang panas di daerah dingin bila mereka berada di luar pola iklim normal untuk daerah itu. Sebutan ini diaplikasikan kepada variasi cuaca rutin dan penyebaran panas yang berlebihan yang mungkin hanya terjadi sekali seabad. Beberapa gelombang panas telah menyebabkan kegagalan panen yang merugikan, ribuan kematian karena hipertermia, dan mati listrik tersebar karena penggunaan pendingin udara yang terlalu meningkat.
Gelombang Panas (inframerah) adalah dimana ketika suhu dan kelembapan udara sama-sama tinggi dan terjadi selama lebih dari tiga hari. Selama gelombang panas terjadi, termometer akan menunjukkan suhu udara yang tinggi. Udara selalu mengandung uap air. Bila kelembapan udara tingg, maka udara akan mengandung lebih banyak uap air. Kelembapan menjadi tolak ukur kadar air dalam udara. Udara yang panas dan lembab menyebabkan kulitmu terasa lengket dan tidak nyaman.
Sebutan Gelombang Panas ini relatif bagi cuaca umum di suatu daerah. Temperatur yang dianggap normal oleh orang-orang dari daerah beriklim panas dapat dianggap sebuah gelombang panas di daerah dingin bila mereka berada di luar pola iklim normal untuk daerah itu. Sebutan ini diaplikasikan kepada variasi cuaca rutin dan penyebaran panas yang berlebihan yang mungkin hanya terjadi sekali seabad. Beberapa gelombang panas telah menyebabkan kegagalan panen yang merugikan, ribuan kematian karena hipertermia, dan mati listrik tersebar karena penggunaan pendingin udara yang terlalu meningkat.
Gelombang panas disebabkan oleh kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas/inframerah) Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atau H20, CO2, metan (CH4), dan ozon (O3). Sinar panas inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfir dan oleh karenanya suhu udara di troposfir dan permukaan bumi menjadi naik. Terjadilah Efek Rumah Kaca. Gas yang menyerap sinar inframerah disebut Gas Rumah Kaca disingkat dengan GRK. Efek Rumah Kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar. Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca, peningkatan gas rumah kaca mempengaruhi pola hujan dan siklus air global dan istilah pada saat ini yaitu pemanasan global. Gelombang panas juga dapat diartikan sebagai suatu masa saat temperatur udara maksimum harian selama 5 hari atau lebih berturut-turut melebihi temperatur maksimum rata-rata sebesar 5 derajat Celcius.
1.2.9 Giant Crystal Cave (Gua Kristal Raksasa)
Gambar Fenomena alam giant crystal cave
Giant Crystal Cave adalah gua yang terhubung dengan tambang Naica 300 meter (980 kaki) di bawah permukaan kota Naica. Di bilik utama gua ini terdapat kristal selenit raksasa (gipsum, CaSO4·2 H2O), yang merupakan salah satu kristal alami terbesar yang pernah ditemukan.Kristal terbesar yang ditemukan di gua ini tercatat memiliki panjang 12 m (39 ft), diameter 4 m (13 ft), dan massa 55 ton. Suhu di gua ini amat tinggi dan dapat mencapai 58 °C (136 °F) dengan kelembaban 90 hingga 99 persen. Akibatnya, Gua Kristal Raksasa masih belum sepenuhnya dijelajahi.
Proses terbentuknya giant crystal cave, diakibatkan oleh aktivitas gunung Naica. Gunung Naica terbentuk dari aktivitas vulkanik sekitar 26 juta tahun yang lalu. Giant crystal cave yang ada di bawahnya, diperkirakan telah terisi penuh dengan air selama puluhan ribu tahun. Air terdorong hingga ke permukaan gua oleh dapur magma di bawahnya, dan air tersebut mengandung banyak mineral anhydrite.Mineral anhydrite merupakan mineral pembentuk batuan, yaitu kalsium sulfat anhidrat. Dapat dikatakan bahwa anhydrite adalah bentuk kalsium sulfat yang tidak mengandung air. Dilansir National Geographic, gunung tersebut dipenuhi anhydrite panas. Pada suhu di atas 58 derajat Celcius, anhydrite ada dalam kondisi stabil. Dapur magma membuat kondisi air tetap bagus dan panas. Ketika magma di bawah gunung mulai mendingin dan suhu mulai turun, anhydrite pun mulai larut.Anhydrite yang larut membuat air di sekitarnya penuh dengan molekul sulfat dan kalsium, yang akhirnya membentuk kristal. Karena berada di bawah air—dan karena suhu air hanya berbeda sedikit dari 58 derajat Celcius—kristal dapat tumbuh terus menerus hingga memenuhi gua. Hal ini menjelaskan mengapa kristal dalam gua berukuran raksasa.
1.2.10 Sungai Bawah Laut
Gambar Sungai bawah laut
Sungai di bawah laut adalah fenomena alam terdapatnya sungai dengan karakteristik air tawar di dalam laut yang kadar salinitasnya tinggi atau asin. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh pakar Oceanografi asal Perancis bernama Yves Costeau.
Ada pendapat mengenai sungai ini terbentuk karena fenomena bernama Halocline. Hal ini terjadi karena area vertikal yang letaknya berada dibawah laut, dan menyebabkan kandungan kadar garam berubah dengan cepat seiring perubahan kedalamannya. Sedangkan para ilmuan menduga bahwa sungai bawah laut dapat terbentuk, setelah pemindaian sonar di dasar laut.
Akan tetapi, ada pendapat lain dari beberapa ahli bahwa sungai dibawah laut itu tidak ada. Warna gelap atau kecokelatan yang ditemukan dan menyerupai sungai, itu dianggap sebagai lapisan gas hidrogen sulfida.
Banyak sekali pendapat mengenai terbentuknya sungai bawah laut, namun belum ada bukti pasti bagaimana sungai ini terbentuk. Para ilmuan masih mencari tahu tentang hal tersebut, karena semakin banyak sungai bawah laut yang ditemukan membuat para ilmuan mencari lebih banyak contoh. Banyak yang telah ditemukan, dan bahkan lebih banyak lagi yang akan ditemukan dalam waktu dekat. pakar Oceanografi asal Perancis bernama Yves Costeau.
Jika diperhatikan, pada sungai bawah laut terdapat sebuah dinding pemisah antara air asin dan air tawar. Hal itu disebabkan oleh perubahan kadar garam yang berpengaruh terhadap kepadatan air. Sehingga ketika air asin dan air tawar bertemu, akan muncul semacam pembatas diantara keduanya.
1.2.11 Gunung Pelangi Danxia
Gambar gunung pelangi Danxia
Warna-warna gunung Danxia awalnya berasal dari batuan pasir merah dan juga mineral yang konon sudah terbentuk sejak 24 juta tahun silam atau Periode Kapur. Formasi bebatuan selanjutnya diketahui bergeser yang akhirnya membentuk pegunungan.iklus di alam seperti angin dan hujan yang menyapu gunung Danxia juga turut andil dalam pembentukan lembah, ceruk, dan pola warna yang ada.
1.2.12 Salar Dey Uni
Gambar salar dey uni
Salar De Uyuni atau dikenal dengan nama lain yaitu Salar de Tunupa adalah dataran atau gurun garam terluas di dunia yang terletak di daerah Potosi dan Oruro, Bolivia bagian tenggara, dekat dengan puncak pegunungan Andes di ketinggian 3650 m atau sekitar 12.000 kaki di atas permukaan air laut. Tidak salah jika Salar de Uyuni dijuluki sebagai dataran garam terbesar di dunia karena luasnya sendiri mencapai 10.582 km. Tidak seperti gurun pasir yang memiliki jumlah pasir tidak terhingga, Salar de Uyuni dipenuhi oleh garam yang diperkirakan mencapai 10 milyar ton, sehingga tidak heran jika Salar de Uyuni disebut sebagai gurun garam Uyuni.
Dalam bahasa spanyol, Salar de Uyuni memiliki arti dataran air garam di kota Uyuni. Uyuni merupakan nama sebuah kota yang menjadi tempat persinggahan para wisatawan yang akan mengunjungi Salar de Uyuni. Sampai saat ini belum ada penjelasan siapakah orang atau kelompok yang menemukan Salar de Uyuni untuk pertama kalinya.Salar de Uyuni terbentuk sekitar 40.000 tahun yang lalu di altiplano atau dataran tinggi. Dahulu dataran ini merupakan sisa-sisa danau pada zaman prasejarah yang bernama danau Michin. Lalu apa itu danau Michin? Danau Michin merupakan danau yang dikategorikan sebagai danau terbesar di masa prasejarah. Ketika danau tersebut mengering akibat tidak adanya sistem drainase air, danau tersebut menguap dan menyisakan tumpukan garam dan menjadi gurun garam. Hingga saat ini hanya tersisa 2 gurun garam, yaitu Salar de Coipasa dan yang paling besar yaitu Salar de Uyuni. Pada proses pengeringannya, di bawah permukaan Salar de Uyuni, menciptakan danau air garam jenuh dengan ketinggian sekitar 2-20 meter. Danau ini ditutupi oleh kumpulan garam padat yang akhirnya membentuk dataran garam yang luas. Karena struktur permukaannya yang datar dan area lokasi yang luas, dataran ini kerap dijadikan rute utama transportasi menuju dataran tinggi di Bolivia.
Daftar Pustaka
Ulfa, Mariyah. 2010. Memaham kehendak Alam melaui fenomena Alam. (Skripsi). Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Jakarta
https://tribunmanadotravel.tribunnews.com/2020/04/15/ini-fakta-unik-eternal- ada-api-yang-tak-pernah-padam-diantara-air-terjun
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20181014224331-199-338433/sundogs- fenomena-empat-matahari-di-kepulauan-riau
http://pagid-indonesia.blogspot.com/2012/07/green-flash-fenomena-munculnya- cahaya.html
Comments
Post a Comment